TANJUNG REDEB - Minggu (17/8) pagi masyarakat memadati area pinggir Sungai Segah, untuk mengikuti dan menyaksikan pesta Manutung Jukut, yang masuk dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Berau dan Tanjung Redeb. Dalam pelaksaan ini, masyarakat tumpah ruah membakar ikan di stand mereka masing-masing. Ada juga masyarakat yang hanya sekadar ingin lihat-lihat saja.
Diutarakan Bupati Berau, Sri Juniarsih, dalam pagelaran ini pihaknya mengangkat tema "Ikan Menyehatkan dan Mencerdaskan Generasi Unggul". Ada sebanyak 288 peserta yang menempati 330 stand yang telah disiapkan panitia. "Adapun jumlah ikan yang disiapkan sebanyak 15 ton," katanya, kemarin (17/9).
Perayaan kali ini bupati cukup meriah, ribuan pengunjung rela bersesak-sesakan datang ke lokasi acara hanya untuk menikmati ikan bakar yang disediakan oleh para peserta. Tidak hanya sekadar bakar-bakar ikan saja. Tapi juga dirangkai dengan lomba stand terbaik dan sajian makanan terbaik, yang dinilai oleh panitia.
Dengan perayaan Irau Manutung Jukut ini tambah bupati, diharapkan menjadi kegembiraan masyarakat Berau di momen hari jadi. "Semoga kegiatan ini mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat Bumi Batiwakkal. Dan merajut kebersamaan dan silaturahmi sesama masyarakat," jelasnya.
Bupati menginginkan Manutung Jukut menjadi ajang promosi, sekaligus pengembangan potensi perikanan Kabupaten Berau yang luar biasa. Yang mana potensi ini, dapat dimanfaatkan masyarakat Berau sendiri. Dan mendorong program gemar makan ikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan kuat.
"Serta mendorong ketahanan pangan nasional. Jangan sampai potensi kita ini, malah dinikmati masyarakat luar daerah dengan mengimpor hasil kekayaan laut kita," terangnya.
Melalui pesta Manutung Jukut ini juga katanya, semoga bisa menjadi daya tarik wisatawan ke depan. Karena sangat disayangkan, event seramai dan semeriah Manutung Jukut tidak dapat meningkatkan kunjungan wisatan ke Bumi Batiwakkal. "Ini adalah potensi yang harus ditingkatkan. Insyaallah ke depan, event ini dapat digelar lebih meriah lagi," pungkasnya.
Sayangnya, dalam kegiatan kemarin sempat diwarnai keributan oleh peserta Manurung Jukut, hal itu pun tidak ditampik Kasat Reskrim Polres Berau AKP Ardian Rahayu Priatna. Hal itu katanya terjadi hanya karena kesalahpahaman saja, tidak melibatkan suku, agama, dan antargolongan.
"Permasalahan ini bukan ormas atau suku. Tapi perorangan saja. Ada kesalahpahaman kedua belah pihak. Kami selidiki juga kedua belah pihak," katanya saat ditemui di Mapolres Berau.
Pihaknya yang melakukan mediasi pun menyebut, kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai. "Tidak ada unsur SARA sama sekali, sudah dimediasi, dan kedua belah pihak berdamai. Tidak ada sajam yang kami temukan. Intinya ini bukan suku, organisasi atau apapun.
Hanya kesalahpahaman dua orang saja. Karena ribut, yang lain ikut. Tapi tujuan mereka melerai saja," bebernya. Dilanjutkannya, terkait isu adanya miras yang beredar di lokasi kejadian. Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan miras dan sajam. "Tidak ada. Kami sudah telusuri lokasi," tutupnya. (hmd/sam)