TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, sebut Pemerintah Republik Indonesia akan menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai ladang untuk penguatan ketahanan, termasuk halnya di Bumi Batiwakkal.
Sistem yang diterapkan dijelaskan Lita, dengan mencampur pohon sawit yang berusia di bawah 3 tahun dengan tanaman palawija seperti padi, jagung, dan kedelai, memanfaatkan ruang yang ada di perkebunan sawit. “Jika masih berusia di bawah 3 tahun, bisa disilangkan dengan palawija itu,” katanya, kemarin (15/11).
Wacana itu pun katanya telah dibahas dalam pertemuan dengan Dirjenbun. Dimana semua kabupaten/kota diminta untuk melakukan pendataan perkebunan kelapa sawit di wilayah masing-masing, untuk pendataan lahan yang akan dimanfaatkan. “Pendataan terus kami lakukan untuk mengetahui luasan lahan sawit yang ada,” ujar Lita.
Lanjutnya, untuk saat ini lahan sawit yang terdata di Berau mencapai luas 150 ribu hektare. Sedangkan untuk keseluruhan, sembari menunggu izin dan lainnya mencapai 278 ribu hektare. Dengan luas lahan tersebut, tentu tidak dapat dimanfaatkan seluruhnya, hanya memanfaatkan lahan baru.
“Itukan yang sudah fix 150 ribuan hektare. Sedangkan saat ini jika digabungkan dengan yang akan disetujui, maka luas lahan yang dimanfaatkan bisa 100 ribu hektare lebih,” ujarnya.
Diakuinya, Berau sempat menjadi sentra jagung tepatnya di kawasan pesisir Berau, namun saat ini alih fungsi lahan sudah banyak, maka dari itu Dirjenbun berupaya melakukan perubahan, dan memanfaatkan lahan sawit yang berusia di bawah 3 tahun. Hal ini juga untuk mengurangi devisa negara, karena selama ini untuk palawija Indonesia secara keseluruhan masih melakukan ekspor. “Benar, ini untuk mengurangi devisa,” ucapnya.
Di sisi lain, Lita mengatakan pihaknya akan segera bertemu dengan pihak perusahaan. Meskipun inisiasi ini difokuskan kepada petani sawit mandiri, namun perusahaan juga diminta untuk berperan aktif.
“Jadi lebih menyasar ke mandiri. Namun perusahaan juga akan kami tekan aktif untuk keseimbangan ketahanan pangan,” tutupnya. (hmd/sam)